Wisata

Pohon Teh Bisa Setinggi 9 Meter, Kenapa di Kebun Puncak Cuma Sepinggang?

Tanaman teh bisa tumbuh sampai sekitar 9 meter. Di kebun tingginya sepinggang karena dipangkas dan dipetik rutin. Ini juga cerita teh di Jawa sejak 1684.

Oleh Redaksi puncakku.id · · 2 menit baca

Ilustrasi siluet pohon teh setinggi 9 meter di atas bukit kebun teh pada malam hari

Ringkasan

  • Koleksi tanaman teh di Kebun Raya Cibodas dibiarkan tumbuh tanpa dipangkas dan diperkirakan mencapai tinggi sekitar 9 meter.
  • Teh di perkebunan dipangkas berkala agar tunas daunnya banyak dan mudah dipetik.
  • 1684: biji teh dari Jepang dibawa Andreas Cleyer ke Batavia dan ditanam sebagai tanaman hias.
  • 1826: tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya Bogor; 1827 diuji tanam di Cisurupan, Garut.
  • 1828: perkebunan teh skala besar mulai dibangun di Jawa, dipelopori J.I.L.L. Jacobson.
  • 1835: teh kering olahan dari Jawa pertama kali tercatat diterima di Amsterdam.

Kalau melintas di jalur Puncak, hamparan kebun teh yang rapi setinggi pinggang hampir selalu jadi pemandangan yang bikin betah. Tapi tahukah kamu, tanaman teh sebenarnya bisa tumbuh jauh lebih tinggi dari itu?

Pohon teh bisa setinggi 9 meter

Teh (Camellia sinensis) adalah tanaman perdu dari suku Theaceae. Tanaman ini tumbuh di daerah beriklim tropis pada ketinggian sekitar 200 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut.

Di Kebun Raya Cibodas, koleksi tanaman teh sengaja dibiarkan tumbuh tanpa dipangkas. Tingginya diperkirakan mencapai sekitar 9 meter, sehingga bentuknya lebih mirip pohon daripada semak yang biasa kita lihat di perkebunan.

Kenapa di kebun teh tanamannya pendek?

Jawabannya ada di perawatan, bukan di bibitnya. Tanaman teh di perkebunan dipangkas secara berkala supaya tumbuh banyak tunas daun dan pemetikannya lebih mudah.

Pemangkasan dilakukan bergiliran per blok kebun, tidak sekaligus. Di sela-selanya, pucuk daun dipetik rutin, sehingga permukaan atas tanaman tetap rata dan tingginya kira-kira sepinggang orang dewasa. Kalau dibiarkan bertahun-tahun tanpa dipangkas, tanaman di kebun pun akan terus meninggi seperti koleksi di Kebun Raya Cibodas.

Perjalanan teh di Jawa

Sejarah teh di Indonesia sudah berjalan lebih dari tiga abad:

  • 1684 — biji teh dari Jepang dibawa oleh Andreas Cleyer, warga Jerman, ke Batavia dan ditanam sebagai tanaman hias.
  • 1694 — F. Valentijn melaporkan melihat tanaman teh di halaman rumah Gubernur Jenderal VOC Camphuys di Batavia.
  • 1826 — tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya Bogor.
  • 1827 — teh diuji tanam di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, juga dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi).
  • 1828 — percobaan dianggap berhasil. Perkebunan teh skala besar mulai dibangun di Jawa, dipelopori pakar teh J.I.L.L. Jacobson pada masa Gubernur Jenderal van den Bosch.
  • 1835 — teh kering olahan dari Jawa pertama kali tercatat diterima di Amsterdam.
  • 1877 — teh jenis assamica dari Ceylon (Sri Lanka) mulai ditanam di Gambung, Jawa Barat, oleh R.E. Kerkhoven. Karena produksinya lebih tinggi, jenis ini berangsur menggantikan teh sinensis.

Bagian dari cerita hampir 200 tahun

Hamparan kebun teh yang kini menghiasi kawasan Puncak adalah bagian dari perjalanan panjang itu, dihitung sejak perkebunan skala besar mulai dibangun di Jawa pada 1828.

Kalau sedang berlibur ke Puncak, sempatkan menikmati kebun teh di pagi hari saat udara masih sejuk, lalu bandingkan dengan pohon teh setinggi pohon di Kebun Raya Cibodas. Sama-sama teh, tapi ceritanya berbeda.

Mau menginap dekat kebun teh? Cek kalender, harga, dan foto villa di puncakku.id.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa tinggi pohon teh kalau tidak dipangkas?

Koleksi tanaman teh di Kebun Raya Cibodas yang dibiarkan tumbuh diperkirakan mencapai tinggi sekitar 9 meter.

Kenapa tanaman teh di perkebunan pendek?

Karena dipangkas berkala dan pucuknya dipetik rutin. Tujuannya agar tunas daun tumbuh banyak dan pemetikan lebih mudah. Pendeknya bukan karena bibitnya.

Sejak kapan ada perkebunan teh di Jawa?

Perkebunan teh skala besar mulai dibangun di Jawa pada 1828, setelah uji tanam di Kebun Raya Bogor (1826) dan Garut (1827) dianggap berhasil.

Sumber

  1. Tanaman Teh, Camellia sinensis — Kebun Raya Cibodas, BRIN (31 Oktober 2022) krcibodas.brin.go.id

Artikel ini disusun redaksi puncakku.id dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu diperiksa editor sebelum terbit. Informasi dapat berubah; cek kembali sebelum berangkat.

Topik: kebun teh sejarah teh puncak kebun raya cibodas kebun raya bogor fakta unik

Butuh bantuan? Chat kami