Wisata

Jalan ke Puncak Umurnya 218 Tahun: Cerita Jalan Raya Pos Daendels

Ruas Cisarua–Cianjur yang melewati Puncak dikerjakan sejak 1808 sebagai bagian jalan raya pos Daendels. Dikerjakan 400 orang, tapi arsip pembayaran upahnya belum ditemukan.

Oleh Redaksi puncakku.id · · 1 menit baca

Ilustrasi jalan berkelok di pegunungan Puncak pada malam hari dengan deretan lampu mobil yang macet

Ringkasan

  • Daendels menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808–1811 dan memerintahkan jalan raya pos Anyer–Panarukan.
  • Panjang jalan raya pos sekitar 1.000 km dengan lebar 7,5 m.
  • Aturan pembangunan dan upah tertuang dalam instruksi 5 Mei 1808 yang terdiri dari sepuluh pasal.
  • Ruas Cisarua–Cianjur yang melintasi Puncak dikerjakan 400 orang.
  • Perjalanan darat Batavia–Surabaya turun dari 30–40 hari menjadi 9–10 hari.
  • Arsip pembayaran upah pekerja sampai sekarang belum ditemukan.

Setiap libur panjang, jalur Puncak hampir pasti padat. Tapi pernahkah terpikir sejak kapan jalan yang kita lewati itu ada? Ruas yang menghubungkan Cisarua dan Cianjur lewat Puncak ternyata sudah dikerjakan sejak 1808, atau sekitar 218 tahun lalu.

Berawal dari jalan raya pos Daendels

Herman Willem Daendels menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808–1811. Segera setelah menjabat, ia memerintahkan pembangunan jalan raya pos (groote postweg) yang menghubungkan kota-kota di Jawa, mulai dari Anyer hingga Panarukan.

Menurut jurnal Kapata Arkeologi terbitan BRIN, panjang jalan raya pos ini sekitar 1.000 kilometer dengan lebar 7,5 meter. Pemerintah Kota Bandung juga mencatat pembangunannya dimulai pada pertengahan 1808.

Ruas Cisarua–Cianjur dikerjakan 400 orang

Aturan pembangunan jalan ini tertuang dalam instruksi tanggal 5 Mei 1808 yang terdiri dari sepuluh pasal. Salah satu rutenya adalah Cisarua–Cianjur, ruas yang melintasi kawasan Puncak. Menurut Guru Besar FIB Universitas Indonesia, Prof. Djoko Marihandono, seperti dikutip Kompas.com, rute ini dikerjakan oleh 400 orang.

Perjalanan jadi jauh lebih singkat

Setelah jalan raya pos selesai, perjalanan darat Batavia–Surabaya yang sebelumnya memakan waktu 30–40 hari bisa ditempuh dalam 9–10 hari.

Pekerjanya dibayar atau tidak?

Pembangunan jalan Daendels sering disebut kerja paksa tanpa upah. Menurut Djoko Marihandono, upah untuk para pekerja sebenarnya sudah diatur dalam instruksi 5 Mei 1808. Masalahnya, arsip pembayarannya sampai sekarang belum ditemukan, dan hal itulah yang dulu dipertanyakan oleh menteri koloni. Jadi, apakah upah itu benar-benar sampai ke tangan pekerja masih menjadi pertanyaan sejarah.

Lain kali macet di Puncak

Jalan yang sekarang kita lewati untuk berlibur punya cerita panjang, termasuk tentang ratusan orang yang mengerjakannya lebih dari dua abad lalu. Daripada bolak-balik dalam sehari, menginap semalam bisa membuat perjalanan lebih santai. Lihat pilihan villa, camping, dan wisata di puncakku.id.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Sejak kapan jalur Puncak ada?

Ruas Cisarua–Cianjur yang melewati Puncak termasuk rute jalan raya pos yang diatur dalam instruksi Daendels tanggal 5 Mei 1808.

Berapa panjang jalan raya pos Daendels?

Sekitar 1.000 kilometer dari Anyer sampai Panarukan, dengan lebar 7,5 meter.

Apakah pekerja jalan Daendels dibayar?

Menurut sejarawan UI Djoko Marihandono, upah sudah diatur dalam instruksi 5 Mei 1808, tetapi arsip pembayarannya belum ditemukan.

Sumber

  1. Prangko di Indonesia — Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 3 (November 2006), BRIN ejournal.brin.go.id
  2. Pemerintah Kota Bandung — sejarah kota (Pemkot Bandung) bandung.go.id
  3. Dibayar atau Ditipu, Fakta Upah Kerja Rodi Jalan Daendels Anyer-Panarukan — Kompas.com (31 Agustus 2024) kompas.com

Artikel ini disusun redaksi puncakku.id dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu diperiksa editor sebelum terbit. Informasi dapat berubah; cek kembali sebelum berangkat.

Topik: jalur puncak sejarah jalan raya pos daendels cisarua cianjur fakta unik

Butuh bantuan? Chat kami