Wisata

103 Ribu Kendaraan Sehari Lewat Jalur Puncak, Jalan yang Dikerjakan Sejak 1808

Pada 26 Januari 2025, 103.485 kendaraan melintas Gadog–Puncak dalam sehari. Jalurnya dikerjakan sejak 1808 sebagai bagian jalan raya pos Daendels.

Oleh Redaksi puncakku.id · · 1 menit baca

Diorama 3D jalur Puncak yang macet dengan kebun teh di sisi jalan dan angka 103.485 kendaraan

Ringkasan

  • Minggu, 26 Januari 2025: 103.485 kendaraan melintas Gadog–Puncak dalam sehari (data BPTJ).
  • Daendels memerintahkan jalan raya pos Anyer–Panarukan sepanjang sekitar 1.000 km, lebar 7,5 m.
  • Ruas Cisarua–Cianjur yang melintasi Puncak dikerjakan 400 orang, diatur instruksi 5 Mei 1808.
  • Perjalanan darat Batavia–Surabaya turun dari 30–40 hari menjadi 9–10 hari.
  • Arsip pembayaran upah pekerja belum ditemukan.
  • 2018: pelebaran 5 km Ciawi–Puncak, nilai kontrak APBN sekitar Rp73 miliar.

Saat libur panjang, jalur Puncak hampir selalu padat. Data Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang dikutip Antara mencatat, pada Minggu, 26 Januari 2025, ada 103.485 kendaraan yang melintas di Gadog–Puncak dalam satu hari, dari dua arah. Yang jarang diingat: jalur ini sudah dikerjakan sejak 1808.

Berawal dari jalan raya pos

Herman Willem Daendels menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808–1811. Segera setelah menjabat, ia memerintahkan pembangunan jalan raya pos (groote postweg) dari Anyer sampai Panarukan. Menurut jurnal Kapata Arkeologi terbitan BRIN, panjangnya sekitar 1.000 kilometer dengan lebar 7,5 meter.

Ruas Puncak dikerjakan 400 orang

Aturan pembangunan dan upah pekerja tertuang dalam instruksi tanggal 5 Mei 1808. Salah satu rutenya adalah Cisarua–Cianjur, ruas yang melintasi Puncak. Menurut Guru Besar FIB Universitas Indonesia, Prof. Djoko Marihandono, seperti dikutip Kompas.com, rute ini dikerjakan oleh 400 orang.

Setelah jalan raya pos selesai, perjalanan darat Batavia–Surabaya yang sebelumnya 30–40 hari bisa ditempuh dalam 9–10 hari.

Dibayar atau tidak?

Upah pekerja sebenarnya sudah diatur dalam instruksi 5 Mei 1808. Namun, menurut Djoko Marihandono, arsip pembayarannya belum ditemukan, sehingga apakah upah itu benar-benar diterima pekerja masih menjadi pertanyaan sejarah.

Dua abad kemudian

Kini jalurnya sudah beraspal. Pada November 2018, Kementerian PUPR mulai melebarkan 5 km jalan Ciawi–Puncak dengan nilai kontrak APBN sekitar Rp73 miliar (paket jalan dan rest area), seperti dilaporkan Sekretariat Kabinet. Meski begitu, saat libur panjang jalur ini tetap padat.

Biar liburan tidak habis di jalan

Kalau ke Puncak saat akhir pekan atau libur panjang, menginap semalam bisa membuat perjalanan lebih santai daripada pulang-pergi dalam sehari. Lihat pilihan villa, camping, dan wisata di puncakku.id.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa kendaraan yang lewat jalur Puncak saat libur panjang?

Pada Minggu, 26 Januari 2025, BPTJ mencatat 103.485 kendaraan melintas Gadog–Puncak dalam sehari dari dua arah.

Sejak kapan jalur Puncak ada?

Ruas Cisarua–Cianjur yang melewati Puncak termasuk rute jalan raya pos yang diatur dalam instruksi Daendels tanggal 5 Mei 1808.

Apakah pekerja jalan Daendels dibayar?

Upah diatur dalam instruksi 5 Mei 1808, tetapi menurut sejarawan UI Djoko Marihandono arsip pembayarannya belum ditemukan.

Sumber

  1. Polisi akhiri rekayasa lalin libur Isra Miraj-Imlek di jalur wisata Puncak — Antara (29 Januari 2025), data BPTJ jatim.antaranews.com
  2. Prangko di Indonesia — Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 3 (November 2006), BRIN ejournal.brin.go.id
  3. Dibayar atau Ditipu, Fakta Upah Kerja Rodi Jalan Daendels Anyer-Panarukan — Kompas.com (31 Agustus 2024) kompas.com
  4. Urai Kemacetan, Jalan Menuju Kawasan Puncak Dilebarkan — Sekretariat Kabinet RI (27 November 2018) setkab.go.id

Artikel ini disusun redaksi puncakku.id dengan bantuan AI dari sumber di atas, lalu diperiksa editor sebelum terbit. Informasi dapat berubah; cek kembali sebelum berangkat.

Topik: jalur puncak sejarah jalan raya pos daendels macet puncak cisarua cianjur fakta unik

Butuh bantuan? Chat kami